Tampilkan postingan dengan label Informasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2019

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PERMAINAN "UTANG"

INFORMASI PENDIDIKAN | Matematika khususnya pada sekolah dasar menekankan pada aritmatika dengan mengembangkan nalar dan keterampilan berhitung. Daitin Tarigan (2006: 14) menjelaskan ada dua tujuan diberikannya materi bilangan dan operasi hitung yang merupakan salah satu topik pembelajaran di SD yaitu:

1. Tujuan yang bersifat formal, yaitu tujuan yang menekankan kepada penataan nalar anak dan pembentukan sikap anak,
2. Tujuan yang bersifat material, yaitu tujuan yang menekankan kemampuan berhitung, menyelesaikan soal, dan aplikasi matematika.

Kemampuan melakukan operasi hitung bilangan merupakan salah satu standar kompetensi yang wajib dikuasai oleh peserta didik SD. Pada siswa kelas rendah melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan seharusnya sudah mahir dikuasai. Hal ini karena penguasaan materi ini merupakan bekal prasyarat untuk mempelajari materi berhitung selanjutnya. Peserta didik yang telah menguasai kemampuan operasi hitung bilangan, akan dapat melakukan operasi-operasi hitung yang lainnya seperti operasi hitung campuran, pecahan, dan soal cerita.

Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode, media, dan evaluasi. Unsur media dan metode merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya, karena berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran (materi) agar sampai ke peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, media memegang peranan yang penting sebab dengan adanya media bahan pelajaran dapat mudah dipahami oleh siswa. Selain itu dalam proses belajar mengajar media juga dapat digunakan guru sebagai alat bantu untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

Materi operasi hitung merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa, oleh karena itu matematika perlu diajarkan dengan media yang menarik dan dalam suasana menyenangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengintegrasikan permainan dalam sebuah pembelajaran. Mayke (Anggani Sudono, 2000: 3) juga mengatakan bahwa belajar dengan bermain memberikan kesempatan pada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam- macam konsep serta pengertian yang tak terkira banyaknya dan disinilah proses pembelajaran terjadi.

Media Permainan "Utang"

“Utang” merupakan singkatan nama sebuah permainan yaitu huruf “U” yang artinya Ular dan “tang” yang berarti tangga. Media permainan Ular tangga atau “Utang” adalah media yang sangat menarik bagi siswa hal ini karena penyajiannya tidak seperti media biasanya yang mungkin hanya untuk dilihat dan didengar tetapi disajikan dalam bentuk permainan. Permainan sangat sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang masih suka bermain.

Permainan “Utang” dapat membantu siswa untuk melatih kemampuan berhitungnya dan ketika siswa bermain akan terjadi perangsangan tanpa adanya tekanan-tekanan yang dapat berakibat negatif, sehingga rangsangan-rangsangan tersebut juga akan membuat siswa memahami konsep dan pengetahuan secara alamiah serta membantu anak mengembangkan kecerdasannya. Dengan menggunakan media “Utang” diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa, meningkatkan pemahaman konsep, dan juga hasil belajarnya.

Bruner (Pitadjeng, 2006: 29) menekankan proses belajar menggunakan model mental, yaitu individu yang belajar mengalami sendiri apa yang dipelajarinya agar proses tersebut yang direkam dalam pikirannya dengan caranya sendiri. Bruner mengemukakan bahwa untuk mempelajari matematika, siswa harus mengkonstruksikan ide-ide matematika melalui tiga tahap perkembangan mental, yaitu tahap konkret (enactive), semi konkret (iconic), dan abstrak (symbolic). Montessori (Anggani Sudono, 2000: 2) mengemukakan ketika bermain, anak akan mempelajari dan menyerap segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Untuk itu, perencanaan dan persiapan lingkungan belajar anak harus dirancang dengan seksama oleh guru sehingga anak bisa mendapatkan kesempatan belajar yang sangat menyenangkan.

Salah satu standar kompetensi yang harus dikuasai siswa SD yaitu melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka. Sri Subarinah (2006: 28-32) menjelaskan ada empat operasi hitung yang dikenalkan untuk bilangan cacah, yaitu operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penguasaan operasi yang satu akan mempengaruhi operasi lainnya. Kemampuan berhitung yang dimaksud meliputi keterampilan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan tiga angka.

Arief S. Sadiman (2005: 28-81) menjelaskan ada empat jenis media yang biasa dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu media grafis, audio, proyeksi diam, dan permainan. “Utang” adalah salah satu jenis media permainan. “Utang” sebenarnya merupakan singkatan yaitu huruf “U” yang artinya Ular dan “tang” yang berarti tangga. Ular Tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Karena mengandung tujuan pendidikan, peneliti mengubah alat-alat maupun aturannya. Peneliti menggambar sendiri papannya kemudian dicetak dengan ukuran kertas A3. Jika dalam permainan biasanya yang digunakan hanya papan ular tangga, bidak, dan sebuah dadu, sedangkan dalam permainan Utang ini dipadukan dengan sejumlah kartu pintar. Kartu pintar berisi soal-soal tentang operasi hitung baik penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PERMAINAN "UTANG"

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PERMAINAN "UTANG"
Aturan Permainan

a. Permainan ini dilakukan oleh 4-5 orang.

b. Masing-masing kelompok mendapatkan satu set permainan “Utang” yang terdiri dari papan permainan, bidak, dadu, dan sejumlah kartu.

c. Sebelum memulai permainan, kartu diletakkan sesuai tempatnya dan siswa menyiapkan alat tulis yang dibutuhkan.

d. Masing-masing pemain memegang satu bidak. Semua pemain melemparkan dadu, bagi pemain dengan jumlah dadu paling banyak berhak memulai permainan terlebih dahulu.

e. Pemain pertama melempar dadu, kemudian mengambil satu kartu pintar dan harus menjawab pertanyaan di depan teman kelompoknya.

f. Jika jawaban benar, maka bidak pemain diperbolehkan maju sesuai dengan angka yang terlihat dari dadu yang dilemparkan tadi.

g. Jika tidak bisa menjawab atau jawaban salah, maka bidak pemain harus kembali ke tempat semula kemudian permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya.

h. Jika bidak pemain berada di kotak tengkorak maka harus mundur dua langkah, kemudian jika berada di kotak kado maka pemain mendapat bonus boleh melangkah dua kali.

i. Pemain yang tercepat mencapai finish adalah pemenang.

PEMBAHASAN

Menurut Dienes (Pitadjeng, 2006: 32), belajar adalah interaksi yang direncanakan antara satu segmen struktur pengetahuan dan belajar aktif, dan dapat dilakukan melalui media pembelajaran yang dirancang secara khusus. Menurutnya permainan dalam matematika mempunyai peranan yang sangat penting karena operasi matematika dalam permainan tersebut menunjukkan aturan secara konkret dan lebih membimbing serta menajamkan pengertian matematika pada anak didik. Ular Tangga merupakan salah satu permainan yang disukai anak-anak. Penggunaan permainan Ular Tangga yang dirancang khusus sebagai media dalam pembelajaran matematika sangat menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang masih suka bermain. Pembelajaran pun menjadi menyenangkan dan membuat siswa betah.

Hal ini sejalan dengan pendapat Jane M. Healy yang mengatakan bahwa kualitas otak seseorang tergantung pada pola pengembangan minat, keterlibatan aktif dari anak, dan rangsangan yang beragam. Terbentuknya jaringan syaraf tergantung pada minat dan usaha keras anak. Penggunaan seluruh panca indranya (penglihatan, pendengaran, rasa, pengecapan, dan penciuman) mempercepat hubungan-hubungan yang ada di simpul syaraf. Lingkungan rumah merupakan unsur terpenting dalam pembentukan jaringan tersebut. Dalam keadaan yang menyenangkan, jalur hubungan sel otaknya akan tumbuh dengan pesat. Dari sini kita mengerti arti penting sarana dan alat bermain serta penggunaan sumber belajar itu. Bermain selain menyenangkan juga membantu anak untuk mampu memahami konsep-konsep secara alamiah.

Selain itu, penggunaan media permainan “Utang” memberikan kesempatan kepada siswa untuk terus mengasah kemampuan berhitungnya, sehingga anak- anak lebih cekatan berhitung. Pada prinsipnya Thorndike juga menekankan agar banyak memberi praktik dan latihan (drill and practice) kepada peserta didik agar konsep dan prosedur dapat dikuasai dengan baik dan tentunya dalam suasana yang menyenangkan. Jadi jika siswa semakin banyak berlatih maka kemampuan berhitungnya juga meningkat dan siswa semakin mahir dan terampil menyelesaikan soal-soal.

KESIMPULAN

Belajar dengan media permainan Ular Tangga (Utang) dapat memotivasi siswa untuk terus belajar berhitung, sehingga siswa bisa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran dan guru tidak hanya sebatas mentransfer pengetahuan tetapi juga membimbing siswa agar terampil dan menemukan konsep berhitung dengan pengalaman sendiri yang akan berdampak pada peningkatan kemampuan berhitungnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa media permainan “Utang” dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD.

*) Sumber dari penelitian yang berjudul: 

Oleh: Amaliyah Ulfah, Dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan.

Baca juga:
mi-penanggalan.blogspot.com | 17 Januari 2019 

Rabu, 16 Januari 2019

SULIT ABSEN ONLINE GURU SD TERANCAM POTONG GAJI

SULIT ABSEN ONLINE GURU SD TERANCAM POTONG GAJI

INFORMASI PENDIDIKAN | Banyak guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) negeri terutama yang berada di pinggiran kesulitan untuk mengisi absen online lantaran sulit masuk ke server. Dampak tidak bisa absen online yang mulai diterapkan 2 Januari 2019 ini membuat para guru terancam pemotongan gaji dan tunjangan.

Sulitnya masuk ke aplikasi absensi online, ditengarai membuat guru SD yang ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat banyak yang dinyatakan alpa atau tidak masuk kerja. Padahal mereka sudah berada di sekolah sejak pukul 06.30 WIB, bahkan ada yang sudah di sekolah dari pukul 06.00 WIB.

Dalam sistem absensi online yang diterapkan Pemkab Kuningan tersebut, sudah ditentukan jam berapa saja guru PNS harus absen. Untuk pagi hari dari Senin hingga Kamis, datang dan absen pukul 06.30 sampai 07.30 disebut datang tepat waktu. Jika guru absen pada pukul 07.31 sampai 09.15, maka sudah dikatakan datang terlambat. 

Kemudian mengisi absen online pukul 09.15 hingga 13.30, sudah dinyatakan tidak masuk atau absen. Begitu juga dengan absen pulang sudah ditentukan jamnya. Bagi yang absen antara pukul 13.31 sampai 14.15 dianggap pulang lebih cepat. Sedangkan yang berhasil absen di pukul 14.16 sampai 17.30 dinyatakan pulang tepat waktu. 

Khusus untuk hari Jumat, jam pulang juga berbeda. Bagi guru yang absen pukul 11.45 sampai 12.15 disebut pulang lebih cepat. Guru Sd negeri yang absen di pukul 12.16 hingga 17.30 dikatakan pulang tepat waktu. Untuk absen online pagi hari tidak berubah seperti Senin hingga Kamis.


“Absen online ini mulai diterapkan 2 Januari 2019. Sebenarnya tidak masalah bagi kami, asalkan mudah masuk ke aplikasinya. Yang kami rasakan, sangat sulit untuk mengaksesnya, meski sudah berada di titik koordinat yang ditentukan,” keluh sejumlah guru SD negeri di Kabupaten Kuningan.

Dilansir mi-penanggalan.blogspot.com dari laman Radar Cirebon (16/01/19), banyak guru yang mengeluhkan absen sistem online menggunakan titik koordinat. Di mana para ASN atau guru harus mengabsen di titik yang sudah ditentukan. Pemerhati pendidikan, Rastono mengatakan pemerintah daerah harus mencarikan solusinya.

“Ada sebuah sekolah yang titik koordinatnya tepat di pintu gerbang. Jadi pas pagi hari atau jam pulang, para guru berkumpul di pintu gerbang sekolah hanya khusus untuk ngabsen. Ada juga yang titik koordinatnya di toilet, ruang kelas atau di ruang guru. Kasihan guru-guru yang berada di pinggiran terancam kena potongan gaji dan tunjangannya," kata Rastono.

Baca juga:
mi-penanggalan.blogspot.com | 16 Januari 2019

Senin, 14 Januari 2019

8 PENYEBAB DAN SOLUSI ANAK SUKA MELAWAN

8 PENYEBAB DAN SOLUSI ANAK SUKA MELAWAN

INFORMASI PENDIDIKAN | Seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya, sehingga bagaimana karakter anak tergantung dari cara orang tua dalam mendidik. Penyebab dan solusi anak suka melawan perlu diketahui oleh orang tua, agar bisa memperbaiki cara mendidik anak. Kebiasaan orang tua yang sering melarang anak-anak dalam melakukan sesuatu yang disukai anak bisa jadi adalah salah satunya.

Penyebab dan Solusi Anak Suka Melawan

Berikut ini beberapa penyebab dan solusi anak suka melawan. Langsung saja disebutkan penyebabnya, dan dibawahnya tercantum solusi.

1. Sikap orang tua yang otoriter

Otoriter merupakan sikap menuntut, di mana orang tua terlalu banyak menuntut anaknya untuk melakukan sesuai yang dikehendakinya tanpa mengetahui batas kemampuan anak. Solusinya, pahamilah keinginan anak, dan arahkanlah ke arah yang lebih baik bukan hanya sekedar menuntut tanpa memberikannya solusi.

2. Orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anak

Kekecewaan anak bisa diperlihatkan dengan sikap membangkang. Solusi pencegahannya, jangan pernah memberikan janji-janji yang berlebihan di luar batas kemampuan orang tuanya kepada anak. Jika pun kondisinya berbeda dari sebelum Anda menjanjikan sampai pada saatnya anak menagih janji Anda, pastikan memberikan pengertian pada anak untuk bersabar.

3. Mencontoh perilaku orang tuanya

Perilaku anak yang melawan, juga bisa disebabkan karena mencontoh perilaku orang tua. Nah, gunakan kata-kata yang positif saat menasehati anak dan hindari pertikaian di hadapan anak, sebesar apapun masalah rumah tangga Anda..

4. Menyuruh anak di saat tidak tepat

Karena sibuk dengan kegiatannya, anak bisa melawan perintah orang tua. Solusinya, suruhlah anak di saat waktu yang tepat dan tidak saat anak sedang melakukan pekerjaan lain. Tunggulah sampai anak tersebut selesai mengerjakan tugasnya, baru Anda bisa menyuruhnya kembali. Anak pun tidak akan memberontak atau melawan.

5. Orang tua terlalu banyak mengancam

Merasa tertekan dengan berbagai ancaman, alih-alih patuh, anak bisa jadi malah berontak. Karena itu, orang tua harus mampu melarang anak dengan mengalihkan perhatiannya ke seuatu hal yang lebih baik, bukanlah mengancam atau bahkan menakut-nakutinya. 

6. Orang tua terlalu memanjakan anak

Berilah anak pemahaman dan biasakan jika anak menginginkan sesuatu, anak tersebut harus berusaha terlebih dahulu. Misalkan apabila anak meminta dibelikan mainan baru, orang tua bisa membiasakan anak menabung untuk membeli mainannya atau belajar dengan sungguh-sungguh baru dibelikan mainan.

7. Orang tua tidak tegas dalam bertindak

Anda harus bersikap tegas pada anak dalam segala hal. Tegas bukan berarti amarah atau membentak. Hanya saja jika Anda tidak memperbolehkan anak untuk melakukan suatu hal, pastikan anak tersebut menjauhinya dengan konsekuensi yang di terima anak dari orang tua. 

8. Orang tua kurang memfasilitasi anak

Beri pemahaman kepada anak mengenai keadaan dan kondisi Anda saat Anda benar-benar tidak bisa memfasilitasi anak. Jika Anda mampu, maka fasilitasilah anak tersebut dan jangan dibatasi terhadap apa yang di eksplore oleh anak selama masih dalam hal yang positif.

Itulah beberapa penyebab dan solusi anak suka melawan yang perlu Anda ketahui sebagai orang tua agar dapat memahami cara mendidik anak dengan benar. Semoga berhasil.

Baca juga:
mi-penanggalan.blogspot.com | 14 Januari 2019 

Minggu, 13 Januari 2019

Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang

Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang

INFORMASI PENDIDIKAN | Keluarga besar MI Muawanah telah mengadakan Wisata Religi atau ziarah wali Jombangan. Kali ini Dewan Guru yang ikut Pak Chusen, Pak Kholiq,Pak Khotib, Pak Faqih, Pak Najib, Pak Bahrul, Bu Isaroh, Bu Ula, Bu Titik, Bu Ida, Bu Tuhah, dan yang terakhir adalah Bu Ruh. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang setiap tahun akan dilaksanakan seiring siswa-siswi kelas 6 akan melaksanakan kegiatan ujian akhir madrasah dan nasional. Siswa-siswi kelas 6 merasa sangat senang dengan diadakannya kegiatan ini, sebagai rasa syukur dan mengharap barokah dari para aulia' dan wali di tanah jawa dan sekitarnya, bermunajat agar dengan diadakannya kegiatan ini selalu diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam menjalankan dan melaksanakan ujian akhir madrasah serta ujian nasional yang berakhir pada bulan April pada tahun ini. 

Perjalanan ini dilaksanakan pada Sabtu, 12 Januari 2019 mulai pukul 08.00 (WIB)  anak-anak kelas 6 alhamdulillah bisa ikut semua sejumlah 31 siswa-siswi, perjalanan dimulai ke Makam Syeh Jumadil Kubro (Troloyo) dan dengan berbagai tujuan di kawasan Mojokerto, Jombang dan sekitarnya. Dimulai ke Troloyo adalah tujuan pertama, dilanjutkan tujuan ke 2 yakni ke K.H. Tamim Romli Pon.Pes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, namun karena ada kegiatan di area makam maka rombongan tidak diperkenankan untuk masuk, al hasil kami rombongan langsung menuju ke Tebu Ireng. 

Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang

Tujuan berikutnya adalah ke Tebu Ireng Jombang yaitu keluarga besar makam K.H. Hasyim Asy'ari dan Gus Dur (KH.Abdurrahman Wachid). Alhamdulillah tujuan ke 2 ini berjalan dengan lancar, mobil rombongan langsung kami parkir di depan area parkir Masjid Ulul Albab Tebu Ireng, kemudian kami langsung menuju ke makam Keluarga Besar Pon.Pes Tebu Ireng Jombang. Area makam sangat penuh oleh para peziarah, kami menunggu sebentar terlihat rombongan yang sudah hampir selesai membaca tahlil, sekitar 5 menit berlalu, selesailah rombongan. Maka langsung kami menghampiri tempat yang telah ditempati rombongan dari MI juga sepertinya karena mereka memakai seragam batik, dan anak-anaknya seusia siswa-sisiwi kami. 

Kami membaca tahlil langsung dengan khusyu' diimami oleh Bpk. K. Muhammad Chusen, salah satu dewan asatidz senior di Yayasan Darul Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang pengajar juga di MTs Darul Muawanah. Selesai baca tahlil di makam Tebu Ireng, langsung kami rombongan menuju ke Museum Islam Nusantara yang bertempat di belakang Masjid Ulul Albab area Pon. Pes Tebu Ireng Jombang. Kami berfoto bersama, selfie dan menikmati suasana baru di area ini. 

Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang

Rombongan menuju ke tempat tujuan berikutnya adalah ke Pon.Pes Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang yakni ke Makam Mbah K.H. Bisri Syansuri, rombongan langsung parkir mobil di jalan, padahal mobil boleh langsung masuk ke area Pon. Pes di dalam, langsung mobil kami parkir di dalam dan rombongan peziarah kami langsung menuju ke makam di area Mbah KH. Bisri Syansuri dan para keluarga. Setelah selesai kami menuju ke tujuan berikutnya yakni Makam Mbah Wahab Chasbullah, secara khusyu' kami bertahlil di makam Pon.Pes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sama di makam-makam yang lain. 

Setelah itu, rombongan kami menuju pada tempat yang terakhir adalah makam Mbah Sayyid Sulaiman yang berada di Mancilan Mojoagung, Jombang. Kami langsung ke lokasi makam, dengan khusyu' pula diiimami oleh Pak Chusen, begitu kami memanggilnya. Kami merasa sangat berterima kasih atas keikhlasan Pak Chusen karena bisa ikut dan saget ngimami tahlil di acara Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang. 

Baca juga : 

Yang menjadi harapan dan doa kami disetiap tempat makam adalah semoga anak-anak atau siswa-siswi di MI Muawanah semua dapat menjadi anak-anak yang sholih sholihah berbakti kepada kedua orang tua mereka, dan guru-gurunya. Khususnya anak-anakku kelas 6 semoga kalian dapat menjalani kegiatan akhir atau ujian akhir madrasah selalu diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan yang akhirnya menjadi anak yang bermanfaat. Keluarga besar MI Muawanah Dukuhdimoro selalu mendapatkan ridlo Alloh, keluarganya diberikan keluarga yang barokah, sakinah, mawaddah, warahmah, banyak rizqi yang barokah, selalu dalam kesehatan dan usianya barokah dengan terus mengamalkan ilmu yang dipunya, sesuai slogan KEMENAG adalah (ikhlas beramal) hehehe..... 

Wisata Religi Ziarah Wali Jombangan MI Muawanah Dukuhdimoro Mojoagung Jombang

Sebagai penutup, akhirnya kami dapat membeli oleh-oleh di tujuan terakhir yakni di sekitar Makam Mbah Sayyid Sulaiman Mancilan Mojoagung Jombang. Alhamdulillah dengan membeli beberapa oleh-oleh dapat memberikan senyuman dan rasa syukur keluarga di rumah kami tercinta. 

Semoga di tahun depan kita dapat mengadakan kegiatan yang sama dengan bersama-sama lagi, dan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. 

mi-penanggalan.blogspot.com | 13 Januari 2019 

Kamis, 10 Januari 2019

RPP K13 PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Semester 2

RPP K13 PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Semester 2

INFORMASI PENDIDIKAN | Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dibuat dan dimiliki oleh setiap Guru. Seiring perubahan kurikulum, pembuatan RPP senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Maka dari itu, bagi setiap guru penting memperhatikan setiap perubahan ataupun revisi dalam menentukan pembuatan RPP.

RPP Kurikulum 2013 (K13) hasil revisi terbaru dengan versi tahun sebelumnya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan memasukkan empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas guru untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.

Bagi guru Mata Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang saat ini sedang menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas 1 SD semester 2 berikut disajikan RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Kurikulum 2013 revisi terbaru.

RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 SD semester genap Kurikulum 2013 Revisi ini terintegrasi PPK ,literasi ,4C, dan HOTS. RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 semester 2 disusun berdasarkan materi yang terdapat buku siswa dan buku guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Kurikulum 2013.

Materi PAI Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 Berdasarkan Tema

Pelajaran 6 Ayo Belajar
A. Semangat Belajar Nabi Idris
B. Do'a Belajar
C. Membaca dan Menulis
D. Rajin Belajar

Pelajaran 7 Ayo Belajar Al Quran
A. Berikut adalah Lafal Quran Surat Al_ikhlas
B. Hafal Quran Surat Al-Ikhlas
C. Pesan Surat Al-Ikhlas

Pelajaran 8 Allah SWT Maha Raja
A. Al-Malik
B. Dua Kalimat Syahadat

Pelajaran 9 Ayo Kita Sholat
A. Salat Wajib
B. Mengaji di Sekitar Rumah

Pelajaran 10 Perilaku Terpuji
A. Berkata yang Baik
B. Hormat dan Patuh
C. Bersyukur
D. Pemaaf
E. Jujur
F. Percaya Diri

RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 SD semester 2 sesuai Kurikulum 2013 ini sudah sangat lengkap. RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 semester 2 disertai juga soal-soal untuk penilaian pengetahuan. RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 semester 2 dapat Anda download melalui link berikut ini:


RPP Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 SD semester 2 sesuai Kurikulum 2013 di atas dalam .doc sehingga Anda dapat mengeditnya kembali. RPP yang di buat mengintergrasikan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

Baca juga:
mi-penanggalan.blogspot.com | 11 Januari 2019 

Tips Mengakali Anak Mogok Sekolah Jadi Semangat

Tips Mengakali Anak Mogok Sekolah Jadi Semangat

INFORMASI PENDIDIKAN | Anak Anda mulai mogok sekolah? Tanda si kecil sudah mulai mogok sekolah bisa terlihat dari perilakunya. Mulai, ia pura-pura tidak enak badan, mengurung diri di kamar saat waktunya berangkat sekolah dan lain sebagainya.

Jika ini terjadi pasti merepotkan. Menurut psikolog klinis Barbara Markway, hal ini bisa disebabkan anak mulai kesulitan belajar. Walau, mogok sekolah sebenarnya termasuk salah satu kecemasan yang dialami oleh anak-anak. 

Namun, Anda jangan khawatir. Seperti yang mi-penanggalan.blogspot.com lansir dari laman Hai Bunda (10/01/19), Anda bisa mengakali supaya anak kembali semangat ke sekolah, yaitu:

1. Mengajak anak berbicara dan memberinya semangat

Kunci sukses dari hubungan anak dan orang tuanya adalah terjalin komunikasi. Ajak bicara perlahan tentang apa yang membuat buah hati Anda tidak mau berangkat sekolah. Ada beberapa kasus di mana anak tidak dapat mengungkapkan apa yang membuatnya tidak ingin ke sekolah. Jika demikian, Anda tidak perlu memaksakan anak untuk berbicara.

Supaya anak mau mengungkapkan secara jujur, tunjukkan ke anak bahwa Anda mengerti jika dia tidak ingin pergi sekolah. Baru kemudian, gunakan kalimat-kalimat halus yang menjelaskan bahwa pergi ke sekolah bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Lalu pastikan orang tua akan membantunya jika kesulitan di sekolah. Berikan kalimat yang memuji keberanian dan semangatnya agar si kecil memiliki rasa percaya diri.

2. Memperhatikan kondisi fisik anak

Anda boleh berpikir anak berpura-pura sakit agar bisa bolos. Tapi tidak ada salahnya memperhatikan apakah ada gejala tertentu dari kondisi fisiknya yang menunjukkan dia benar-benar sakit. Bisa saja anak memang merasa tidak enak badan. Tentunya Anda tidak ingin jika penyakit si kecil justru berlanjut. Namun, jika tidak terdeteksi gejala apapun, coba tanyakan hal apa yang sebenarnya terjadi. 

3. Membuat anak tidak terlena sibuk di rumah

Kalau kondisi fisik anak masih baik-baik saja, namun mereka juga tidak mau mengungkapkan alasan mogoknya sekolah, Anda bisa memastikan si kecil fit atau tidak. Pastikan juga ke dokter untuk mengetahui ada tidak masalah pada fisik anak. Anda juga harus menegaskan bahwa si kecil harus banyak beristirahat. 

Anda juga harus bisa mengontrol diri untuk tidak terlalu memanjakan anak di rumah agar dia belajar bahwa sakit itu tidak menyenangkan. Dengan begitu, anak tidak terlena untuk mogok sekolah dan bersantai di rumah.

4. Bekerja sama dengan pihak sekolah

Apabila kejadian ini terus berlanjut dan berulang selama beberapa waktu, Anda perlu mengecek keadaan sekolahnya. Jangan cepat-cepat menyimpulkan ada yang salah pada sekolahnya. Di sini, Anda perlu berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk menanyakan keadaan dan kebiasaan anak di sekolah. Biasanya, para guru pun memiliki berbagai ide untuk menangani gairah anak bersekolah. 

Bisa jadi, kecemasan anak bersumber dari bullying yang dialami anak. Dalam hal ini, Bunda bisa mengajak konselor atau orang-orang terdekat di sekolah anak. Itulah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mogok pergi sekolah. Anda dapat mencoba tips di atas untuk membuat anak jadi semangat ke sekolah.

Baca juga:

mi-penanggalan.blogspot.com | 10 Januari 2019 

Soal Ulangan Bahasa Jawa Kelas 4 Semester 2 K13

Soal Ulangan Bahasa Jawa Kelas 4 Semester 2 K13

INFORMASI PENDIDIKAN | Penilaian akhir tahun (PAT) atau dulu dikenal dengan ulangan akhir semester 2 (UAS) dilaksanakan di bulan Mei sesuai dengan Kalender Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Salah satu mata pelajaran yang diujikan sesuai dengan Kurikulum 2013 (K13) untuk jenjang kelas 4 Sekolah Dasar (SD) adalah mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa.

Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Jawa kelas 4 sesuai Kurikulum 2013 perlu dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik, mempermudah membuat soal evaluasi, mempermudah dalam membuat kisi-kisi soal serta dapat mempermudah dalam melakukan analisis soal.


Berikut KD Bahasa Jawa kelas 4 sesuai Kurikulum 2013
  • 3.1 Mengenal, memahami, mengidentifikasi teks puisi modern dalam bentuk lisan dan tulis.
  • 3.2 Mengenal, memahami, dan mengidentifikasi teks dialog, teks cerita, dan teks drama dengan tata krama.
  • 3.3 Mengenal dan memahami unsur intrinsik teks cerita rakyat secara lisan dan tulis.
  • 3.4 Mengenal, memahami, dan mengidentifikasi berbagai jenis karangan (narasi dan deskripsi).
  • 3.5 Mengenal dan memahami teks tembang dolanan/ laghu èn-maènan.
  • 3.6 Mengenal dan memahami sandhangan /pangangghuy aksara Jawa/ carakan Madhurâ.
  • 3.7 Mengenal, memahami, dan mengidentifikasi imbuhan dalam teks sesuai kaidah.

Contoh Soal PAT / UAS Semester 2 Bahasa Jawa Kelas 4

Ayo garapen soal ing ngisor iki kanthi bener!

KD 3.5

3. Ing ngisor iki tuladhane tembang dolanan, kajaba ....
A. kinanti
B. jaranan
C. gajah-gajah
D. cublak-cublak suweng

5. Tembang dolanan lumrahe dilagoake dening bocah-bocah ing ....

13. Kepriye carane nggancarake tembang dolanan?

KD 3.6

16. Dokter iku tetulung marang ....
A. wong nelongsa
B. wong lara
C. wong sehat
D. wong apik

21. Sandhangan panyigeg wanda kaperang dadi ....

24. Coba aranana perangane sandhangan swara!

KD 3.7

30 Ater-ater kuma, kami, kapi, gunane kanggo ngrimbag tembung lingga dadi tembung .....
A. lingga salin swara
B. endah
C. pepaesan
D. kahanan

34. Tembung "gantung" yen oleh seselan um dadine....

37. Apa sing diarani ater-ater iku?

Selengkapnya soal penilaian akhir tahun atau UAS semester 2 pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa kelas 4 sesuai Kurikulum 2013 yang belum disertai dengan kunci jawabannya dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Soal PAT atau UAS semester genap kelas 4 SD disusun berdasarkan kisi-kisi. Soal UTS mata pelajaran Bahasa Jawa kelas 4 SD dari soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. Pada akhir semester 2 setidaknya setengah KD Bahasa Jawa kelas 5 untuk bahan penilaian. Pada Kurikulum 2013 untuk kelas 4, Bahasa Jawa menjadi mata pelajaran sendiri diluar pembelajaran tematik terpadu.

Untuk bahan persiapan anak-anak menghadapi ujian atau ulangan akhir semester 2 mata pelajaran Bahasa Jawa, khususnya kelas 4 SD yang menggunakan Kurikulum 2013 dapat mengerjakan soal-soal latihan Bahasa Jawa di atas yang belum disertai dengan pembahasannya. Selain kompetensi pengetahuan (KI 3), siswa juga harus menguasai kompetensi ketrampilan (KI 4).

Baca juga:
mi-penanggalan.blogspot.com | 10 Januari 2019