Kamis, 04 April 2019

Makanan Untuk Mendukung Perkembangan dan Fungsi Otak Anak

Makanan Untuk Mendukung Perkembangan dan Fungsi Otak Anak
Otak adalah organ pertama dari tubuh yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita santap sehari-hari. 

PARENTING | Supaya anak Anda cemerlang dan berprestasi di sekolah, mulai sekarang perhatikan pola makan mereka sehari-hari. Cukupilah kebutuhan gizi dengan baik, demi mendukung aktivitas mereka yang padat. 

Ada beberapa jenis makanan bergizi yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan otak mereka. Makanan itu dapat mendukung perkembangan otak di usia pertumbuhan, selain juga dapat memperbaiki fungsi, daya ingat serta konsentrasi. 

Otak adalah salah satu organ yang "sangat kelaparan". Otak adalah organ pertama dari tubuh yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita santap sehari-hari. Untuk itu, penting memberikan asupan nutrisi yang tepat kepada anak-anak. Upaya ini akan membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak mereka agar maksimal. 

Seperti yang dilansir mi-penanggalan.blogspot.com dari Kompas, berikut adalah 8 jenis makanan yang direkomenfasikan para ahli untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak : 

1. Ikan 

Para ahli menyarankan untuk memilih ikan yang mengandung asam lemak yang bermanfaat seperti salmon. Ikan ini merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3 yang penting untuk fungsi dan pertumbuhan otak anak. Faktanya, beberapa studi juga membuktikan, mereka yang gemar menyantap ikan yang mengandung omega 3 memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam tes kemampuan mental. 

2. Telur 


Jenis makanan ini sangat mudah dan murah, tetapi sangat bergizi. Telur merupakan sumber protein. Kuning telur yang berada di dalamnya mengandung kolin yang berkhasiat membantu perkembangan otak. Biasakan secara rutin memberikan sarapan atau makan malam yang sehat dengan menu yang terbuat dari telur. 

3. Selai kacang 

Kacang adalah makanan yang kaya akan vitamin E dan juga antioksidan yang dapat melindungi membran sel - sel otak terhadap radikal bebas terutama kacang macadamia dan almond. Untuk hasil terbaik, pilihlah selai kacang yang rendah gula dan natrium. 

4. Sayuran bewarna 

Tomat, wortel, bayam atau labu adalah makanan yang kaya antioksidan. Makanan ini dipercaya dapat membantu mempertahankan kekuatan dan kesehatan membran sel. Semakin segar dan cerah warna sayuran, makin tinggi kandungan antioksidannya. Beberapa sayuran juga memiliki manfaat mencegah kanker. 

5. Oat/Oatmeal 

Oat ini adalah salah satu bahan yang terkandung dalam sereal yang digemari anak-anak. Makanan ini mengandung karbohidrat yang secara bertahap akan diserap oleh otak anak selama proses belajar di sekolah. Oat juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin E, B, potasium dan zinc yang membantu tubuh dan otak untuk bekerja secara optimal. 

6. Kacang hijau 

Makanan ini adalah salah satu yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak-anak mengingat nutrisinya yang sangat lengkap. Selain tinggi kadar protein dan karbohidrat kompleks, kacang hijau juga memiliki kandungan vitamin C, asam folat, zat besi, zinc, potassium, magnesium, tembaga, mangan, fosfor dan thiamin yang semuanya penting bagi tubun dan perkembangan otak. 

7. Susu dan yogurt 

Produk susu termasuk di dalamnya yogurt adalah makanan yang kaya protein, vitamin D dan vitamin B yang berperan penting dalam pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Yogurt merupakan makanan yang semi padat sehingga lebih mudah dicerna dalam proses metabolisme tubuh. Penelitian terbaru juga menunjukkan, anak-anak dan remaja memerlukan vitamin D 10 kali lebih banyak dari yang direkomendasikan. Vitamin D berguna untuk memelihara siklus hidup sel serta fungsi saraf dan otot. 

8. Daging sapi bebas lemak 

Makanan ini adalah sumber zat besi yang dapat membantu membuat anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber terbaik zat besi karena mudah diserap oleh tubuh. Faktanya, satu ons daging sapi setiap hari membantu tubuh menyerap zat ebsi dari sumber makanan lainnya. Daging sapi juga mengandung zinc yang membantu memelihara daya ingat. 


Aktivitas Orangtua untuk Mendukung Anak Belajar Bahasa Inggris

Aktivitas Orangtua untuk Mendukung Anak Belajar Bahasa Inggris
Peran orangtua di rumah juga penting untuk mendukung mereka agar lancar berbahasa Inggris, lho!. 

PARENTING | Era globalisasi mengajarkan kita untuk bersaing dalam berbagai bidang. Dengan menguasai Bahasa Inggris akan mempermudah kita dalam berkomunikasi dengan orang asing serta mencapai kesuksesan. Para orangtua juga sudah sewajarnya menguasai Bahasa Inggris agar dapat menjadi motivator belajar anak. 

Mengajarkan anak Bahasa internasional ini sejak dini kurang lebih sama dengan mengantarkan mereka meraih berbagai kesempatan, seperti melanjutkan studi di luar negeri, bersaing memperoleh pekerjaan terbaik di berbagai negara, dan juga kesuksesan dalam bidang bisnis internasional. 

Peran orangtua di rumah juga penting untuk mendukung mereka agar lancar berbahasa Inggris, lho! Ada beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan dalam mendukung belajar Bahasa Inggris anak di rumah, apa saja itu? Inilah bisa 3 aktivitas orangtua dalam mengajarkannya di rumah dikutip mi-penanggalan.blogspot.com dari Ruang Guru. 

BACA JUGA : Prestasi Anak Dapat Diperbaiki dengan Gizi dan Lingkungan yang Baik  

1. Berikan sapaan, pertanyaan, dan aktivitas anak dengan menggunakan Bahasa Inggris 

Dalam aktivitas ini, Anda dapat membiasakan percakapan dalam Bahasa Inggris dengan memberikan sapaan seperti good morning, what do you feel?, atau give me five. Contoh lain yang dapat digunakan adalah dengan mengenalkan benda-benda yang ada di dalam rumah dengan menggunakan Bahasa Inggris. 

Pembelajaran ini dapat diberikan sambil menemani anak bermain, seperti memberikan tebak-tebakan, menyapa ketika bertemu, dan banyak cara pembelajaran lain yang dapat diberikan dan dikemas secara menyenangkan. Jadi, tidak akan membebani belajar anak dalam belajar Bahasa Inggris. 

2. Berlatih mengenal warna, menghitung angka, dan membaca abjad dalam Bahasa Inggris 

Pembelajaran lain yang cukup mudah dan membantu menambah wawasan anak dalam menempuh Sekolah Dasar di kemudian hari adalah dengan mengenalkan mereka pada warna, angka, dan abjad dalam Bahasa Inggris. Anda dapat menyediakan langsung kartu-kartu warna, angka dan abjad. Bermanfaat sekali, kan? 

3. Pilihlah lagu anak, film anak, dan cerita anak dalam Bahasa Inggris 

Salah satu proses belajar yang akurat adalah dengan mendengar, melihat, dan membaca. Nah, memperdengarkan dan memperlihatkan lagu, film, dan cerita anak dalam Bahasa Inggris akan menambah kosakata anak dengan lebih cepat sekaligus membiasakan mereka menggunakan tatanan bahasa yang tepat. 


Belajar Bahasa Inggris penting, namun, sebagai warga negara Indonesia yang baik kita juga jangan sampai meninggalkan Bahasa Indonesia. Jangan sampai anak-anak kita lancar Bahasa Inggris tetapi kesulitan menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah pemersatu bangsa. Jadi, tetap harus diseimbangkan.


Kamis, 28 Maret 2019

Buku Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas 6 Kurikulum 2013

Buku Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas 6 Kurikulum 2013
Download Buku Guru (BG) dan Buku Siswa (BS) mata pelajaran Matematika untuk kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013. 

BUKU AJAR | Kurikulum 2013 (K13) telah mengalami revisi, salah satunya Mata pelajaran (mapel) Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di jenjang Sekolah Dasar dan sederajat untuk kelas 4, 5 dan 6 pada Kurikulum 2013 terpisah dari tematik. Matematika kelas 6 SD sesuai Kurikulum 2013 revisi terbaru menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri. 

Buku sebagai bahan ajar mata pelajaran Matematika kelas 6 SD pada Kurikulum 2013 (K13) terdiri dari Buku Guru dan Buku Siswa. Buku Guru Matematika Kelas 6 disusun untuk memudahkan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan Buku Siswa Matematika Kelas 6 disusun berbasis aktivitas sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 (K13) di SD. 

Kompetensi Dasar (KD) Pengetahuan (KI3) Matematika Kelas 6 SD 

3.1 Menjelaskan bilangan bulat negatif (termasuk menggunakan garis bilangan) 

3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif 

3.3 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan bilangan cacah, pecahan dan/atau desimal dalam berbagai bentuk sesuai urutan operasi 

3.4 Menjelaskan titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, dan juring 

3.5 Menjelaskan taksiran keliling dan luas lingkaran 

3.6 Membandingkan prisma, tabung, limas, kerucut, dan bola. 

3.7 Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan dari beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya 

3.8 Menjelaskan dan membandingkan modus, median, dan mean dari data tunggal untuk menentukan nilai mana yang paling tepat mewakili data 

Sebelumnya, mata pelajaran Matematika ada pada buku Tematik Terpadu. Namun, kedalaman materinya terasa dangkal. Oleh karena itu, siswa tidak mendapatkan pemahaman konsep matematika secara mendalam. Dengan demikian, perlu digunakan buku Matematika secara terpisah. Matematika memiliki karakteristik objek kajian dan metode yang berbeda dengan mata pelajaran lain. 

MATERI POKOK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM 2013 

1. Bilangan Bulat 

A. Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Bulat 
B. Mengurutkan dan Membandingkan Bilangan Bulat 
C. Operasi Hitung Bilangan Bulat 
D. Menyelesaikan Masalah Sehari-hari dengan Bilangan Bulat 

2. Lingkaran 

A. Hal-hal yang Berkaitan dengan Lingkaran 
B. Keliling Lingkaran 
C. Luas Lingkaran 

3. Bangun Ruang 

A. Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Bulat 
B. Luas Permukaan Bangun Ruang 
C. Volume Ruang 

4. Statistika 
A. Modus (Data yang Sering Muncul) 
B. Median (Data atau Nilai Tengah) 
C. Mean (Nilai atau Data Rata-rata) 
D. Nilai yang Tepat Mewakili Modus, Median dan Mean 

DOWNLOAD BUKU GURU DAN BUKU SISWA MATEMATIKA KELAS 6 

Kemendikbud memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh buku teks secara elektronik atau buku sekolah elektronik (BSE) untuk mempermudah proses belajar mengajar di sekolah. Buku Guru (BG) dan Buku Siswa (BS) mata pelajaran Matematika untuk kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013 dapat didownload melalui tautan berikut: 



Tujuan disusunnya buku Matematika Kelas 6 Kurikulum 2013 yang disusun oleh berbagai pihak koordinasi dengan Kemendikbud ini adalah untuk membantu guru agar dapat memfasilitasi siswa belajar dan memahami materi matematika. Pendekatan yang digunakan menggunakan adalah scientific approach atau 5 M, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. 

Beberapa aspek penting yang disampaikan dalam buku Matematika Kelas 6 Kurikulum 2013 adalah adanya narasi awal pembelajaran dengan menyajikan masalah-masalah kontekstual, guru memfasiltasi siwa dalam proses pembelajaran problem based learning, discovey learning, dan collaborative learning. Diharapkan siswa dapat melakukan aktivitas ilmiah berbasis berfikir tingkat tinggi. 

Cara Agar Kegiatan Anak Membaca Buku Jadi Menyenangkan

Cara Agar Kegiatan Anak Membaca Buku Jadi Menyenangkan
Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua di rumah agar anak-anak tetap gemar membaca buku 

PARENTING | Sebagai kunci dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan membaca harus diperkenalkannya sejak dini. orangtua punya peran yang sangat penting agar anak suka membaca buku. Jika anak sudah gemar membaca sedari dini, maka anak akan mempunyai kemampuan memahami bacaan dengan baik. Ini sangat berguna bagi pembelajarannya di sekolah dan juga tentunya kehidupannya kelak. 

Di sekolah anak sering melakukan aktivitas membaca. Akan tetapi bahan bacaan yang diberikan terkait konten atau materi pelajaran bisa jadi akan membuat mereka jadi bosan membaca. Selain itu, sekarang ini akses untuk mendapatkan bahan bacaan lebih mudah, tapi bukan berarti menumbuhkan minat baca anak semakin mudah. Hadirnya gadget bisa menjadi faktor penghambat munculnya minat baca pada anak-anak. 


Menghadapi fenomena seperti ini, orangtua tak boleh menyerah dan harus punya cara kreatif agar minat baca anak tetap tumbuh. Orangtua jangan cuma menyuruh anak membaca. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orangtua di rumah agar anak-anak tetap gemar membaca buku dan menjadikannya sebagai kegiatan yang menyenangkan serta bermanfaat. 

1. Bacakan Buku dengan Keras 

Orangtua dapat membacakan buku cerita untuk anak yang belum bisa membaca. Bacakanlah dengan suara yang keras disertai mimik dan gesture yang mendukung. Ini membuat anak tertarik untuk memperhatikan dan menjadikan mereka lebih mudah memahami apa yang sedang dibaca. Membacakan buku secara keras (dengan suara nyaring) juga bagus dilakukan untuk anak-anak yang sudah bisa membaca sendiri. Mereka akan melihat pemodelan dari kita bagaimana cara membaca yang baik sehingga dapat menikmati bahan bacaan. 

2. Ciptakan Suasana yang Ideal 

Agar kegiatan membaca buku efektif, kita perlu memberikan suasana yang ideal. Sebaiknya buku dibacakan atau dibaca sendiri oleh mereka dalam suasana yang tenang, jauh dari hal-hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi dan atensi terhadap bacaan. Matikan tv jika kegiatan membaca dilakukan di ruang keluarga. Jika kegiatan membaca dilakukan di kamar anak menjelang waktu tidur, maka sediakan penerangan yang cukup. 

3. Belikan Buku Sesuai Usia Anak 

Walaupun seandainya kita mempunyai bujet yang terbatas untuk membelikan buku-buku bermutu, kita harus tetap menyiapkannya untuk anak-anak. Usahakan sedapat mungkin menyisihkannya. Belikan buku sesuai untuk usia mereka dan jadikan itu sebagai kado spesial untuk hari-hari penting mereka seperti hari ulang tahun atau hadiah kenaikan kelas, alih-alih memberikan hadiah lainnya seperti mainan atau barang yang tidak terlalu bermanfaat bagi mereka. 

4. Pilihkan Buku Sesuai Kesukaan Anak 

Jika kita pergi ke perpustakaan atau ke toko buku, pilihkanlah buku yang sesuai dengan kesukaan atau interest mereka. Setiap orangtua yang baik pasti kenal dan mengetahui apa kesuakaan dan minat buah hatinya. Jika anak memang diajak ikut ke perpustakaan atau ke toko buku, maka kita dapat memberi anak kesempatan untuk memilih buku yang disukainya. 

5. Beri Permainan dan Hadiah 

Setelah membaca buku, orangtua bisa membuat permainan kecil-kecilan. Misalnya, kuis menjawab pertanyaan atau menceritakan ulang isi buku tersebut. Dengan cara ini, membaca jadi lebih menyenangkan untuk anak. Ketika anak sudah bisa menceritakan ulang apa yang mereka baca atau kita bacakan, jangan lupa beri apresiasi berupa hadiah 

6. Ajak Anak ke Perpustakaan 

Cara ini mungkin terdengar konvensional dan biasa saja. Tapi bila kita mengetahui fasilitas perpustakaan mutakhir, kunjungan ke perpustakaan benar- benar bisa menumbuhkan minat baca anak-anak. Perpustakaan Nasional misalnya, menyediakan ruang baca anak, ruang multimedia dan internet, teater mini, dan ruang bebas memilih buku. Fasilitas seperti ini sudah banyak diadopsi perpustakaan daerah. 

7. Sediakan Pojok Buku di Kamarnya 

Pepatah “alah bisa karena biasa” juga berlaku dalam kebiasaan membaca. Bila anak terbiasa melihat buku di sekitarnya, kemungkinan besar ia akan gemar membaca buku. Buatlah pojok baca di kamarnya menggunakan rak dan buat desain menarik misalnya dengan gambar tokoh superhero favoritnya. Sediakan buku anak-anak terbaik di pojok baca tersebut. 

8. Jadikan orangtua sebagai panutan 

Anak adalah peniru terbaik. Jika orangtua rajin membaca buku, kemungkinan anak-anak akan mengikuti kebiasaan orangtuanya. Menyediakan beragam buku kepada anak saja tidak cukup. Sesekali bacakan buku cerita kepada anak dan pada kesempatan lain minta mereka untuk membacakan cerita kepada kita untuk mengukur kemampuan membacanya. Upaya ini akan menumbuhkan kecintaan anak pada kegiatan membaca. 


Mengajarkan Budaya Baca-Tulis dengan Dadu dan Pohon Literasi

Mengajarkan Budaya Baca-Tulis dengan Dadu dan Pohon Literasi
Belajar membaca dan menulis sebagai upaya membudayakan literasi dengan menggunakan media pembelajaran berupa dadu dan pohon literasi. 

BERITA | Guru dituntut mampu menciptakan model pembelajaran yang diminati siswa, sehingga mereka termotivasi menimba ilmu dan betah mengikuti pelajaran. Model pembelajaran yang dianggap kurang efektif, seperti metode ceramah diganti dengan metode lain. Karena penggunaan metode ceramah siswa hanya mendengarkan tanpa terlibat langsung. Siswa hanya menerima informasi yang disampaikan guru. 

Dalam mengajarkan siswa mencintai budaya literasi, siswa harus diajak aktif berkreasi agar senang dalam pembelajaran tersebut. Selain membudayakan membaca selama 15 menit sebelum pelajaran, bisa dengan model lain. Tujuannya agar siswa mencintai budaya membaca dan menulis. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru agar tujuan tersebut tercapai.

Seperti apa yang dilakukan guru kelas VI SDN Rejosalam I Jombang, Jawa Timur. Yulia Nuryani Candra, S.Pd. Senin itu, siswa kelas 6 dibagi menjadi 5 kelompok secara heterogen. Dengan setiap kelompok berisi 3-4 orang. Kelas 6 hari itu akan belajar membaca dan menulis sebagai upaya membudayakan literasi dengan menggunakan media pembelajaran berupa dadu dan pohon literasi. 

“Harapan dari pembelajaran ini untuk mengenalkan literasi. Melatih siswa membuat pertanyaan dengan 5W+1H. Serta menunjukkan bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan,” jelas Bu Yulia panggilan akrab guru kelas VI tersebut dilansir mi-penanggalan.blogspot.com dari harianbhirawa.net. 

Langkah-Langkah Menggunakan Media Dadu dan Pohon Literasi 
  • Sebagai kegiatan awal, setiap anak dalam kelompok dibagikan sebuah teks cerita rakyat dengan judul “Baru Kelinthing”. 
  • Siswa diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan bacaannya. 
  • Langkah selanjutnya, permainan diawali dengan guru membagikan dadu kepada setiap kelompok, dengan tiap nomor dadu berisi jenis pertanyaan yang berbeda. 
  • Jika dadu menunjukkan angka 1, maka kelompok harus menyusun pertanyaan dengan awal kata “apa”, angka 2 dengan kata “siapa”. Angka 3 dengan kata “di mana”, angka 4 dengan kata “kapan”, angka 5 dengan kata “mengapa”, dan angka 6 dengan kata “bagaimana”. 
  • Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk melempar dadu sebanyak 4 kali.
  • Pertanyaan-pertanyaan harus disusun berdasarkan bacaan yang sudah dibaca, kemudian dilempar kepada siswa dalam kelompok lain. 
  • Guru di sini berfungsi memperkuat jawaban yang dikemukakan siswa. 
  • Setelah siswa menjawab pertanyaan dan benar, selanjutnya siswa menulis soal dan jawaban pada selembar kertas yang sudah dibentuk buah-buahan. 
  • Sebagai langkah akhir siswa memajangnya pada pohon literasi.                             
Baca juga: Majalah Dinding Sarana Menumbuhkan Budaya Literasi 

Bu Yulia mengatakan metode pembelajaran dengan menggunakan dadu dan memajang hasilnya pada pohon literasi, membuat siswa bermain sambil belajar. Kemampuan siswa membuat kalimat pertanyaan semakin tarasah. Selain itu menjadikan siswa aktif dan kreatif dalam menyusun kalimat pertanyaan, pembelajaran membaca dan menulis pun menjadi menyenangkan. 


Cara Orang Tua Membantu Anak Agar Sukses di Sekolah

Cara Orang Tua Membantu Anak Agar Sukses di Sekolah
Kesuksesan anak adalah kebahagiaan bagi orang tua. Mental sukses perlu dibangun sejak dini. 

PARENTING | Harapan setiap orang tua pastinya sama, yaitu mengharapkan anak-anaknya dapat berhasil di sekolah. Namun sebagian orang tua lupa, bahwa sekolah tidak bisa menjadi pengganti untuk menjamin keberhasilan anak-anak di sekolah. Sehingga, cara membantu anak sukses di sekolah dasar adalah orang tua harus bersedia terlibat untuk mendidik anak di rumah. 

Cara Membantu Anak Sukses Di Sekolah 

1. Mengenali guru dan staf sekolah 

Tidak ada keharusan orang tua mengenal semua staf di sekolah, namun kenali beberapa guru dan staf yang bersinggungan langsung dengan anak. Cara ini baik dilakukan, karena Anda dapat mengetahui aturan dan program sekolah bagi anak-anak. Pilihan lainnya yaitu mengajak guru bertemu untuk membahas akademis anak dan tingkah lakunya. Sehingga, Anda mampu menyesuaikan diri ketika akan mengarahkan dan membimbing anak saat di rumah. 

2. Mengenal lingkungan sekolah 

Dengan mengenali lingkungan sekolah, orang tua telah mampu menjadi pendengar dan teman yang baik ketika anak-anak sedang bercerita tentang kegiatannya di sekolah. Anda perlu datang ke sekolah dan mengamati di mana saja letak ruang perpustakaan, kantin, maupun ruang kelas. 

3. Bantu anak melakukan persiapan 

Kegiatan di sekolah tentunya akan membutuhkan banyak energi, sehingga Anda perlu menyediakan sarapan yang bergizi sesuai kebutuhan kalori anak. Namun, bisa juga membawakannya bekal yang sehat agar anak dapat belajar dan bermain sepanjang hari. Saat di rumah, orang tua juga dituntut mampu menciptakan suasana yang kondusif agar anak nyaman saat belajar. 

4. Ketahui dan pahami peraturan di sekolah 

Pada poin pertama telah disinggung juga cara membantu anak sukses. Pada cara keempat ini, Anda harus mengetahui peraturan di sekolah dan benar-benar memahaminya. Hal ini, untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang tidak diperkenankan di sekolah dan dilakukan oleh anak-anak. Sebagian sekolah membuat kontrak perjanjian dengan orang tua, perihal peraturan sekolah menggunakan materai. 

5. Jadilah teman bagi anak 

Menjadi pendengar yang baik bagi anak merupakan salah satu cara terbaik menampung keluh kesah mereka di sekolah. Hal tersebut harus dilakukan orang tua, agar anak mendapatkan tindakan yang tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi. 

6. Batasi menonton tv dan tetapkan jam tidur 

Buat peraturan di rumah bagi anak mengenai kapan saatnya belajar, menonton tv dan tidur. Dengan pembatasan ini, diharapkan mampu memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk istirahat selama di rumah. 

Cara membantu anak sukses di sekolah dasar di atas dapat Anda terapkan dan modifikasi sesuai kebutuhan. Menurut anggota National Sleep Foundation Jodi Mindell, PhD, anak usia sekolah dasar membutuhkan waktu tidur 10 hingga 12 jam setiap malam. Sehingga tetapkan jam malam bagi anak dan berikan mereka contoh, agar kelak anak dapat disiplin menghargai waktu. 


Soal Ujian Sekolah PAI Kelas 6 SD Tahun 2019

Soal Ujian Sekolah PAI Kelas 6 SD Tahun 2019
Download soal try out atau soal latihan ujian sekolah kelas 6 SD mata pelajaran PAI tingkat SD tahun pelajaran 2018/2019. 

BANK SOAL | Ujian sekolah bagi siswa kelas 6 SD tahun pelajaran 2018/2019 sudah semakin dekat. Untuk meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI), Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Tim Ahli yang relevan telah menyusun kisi-kisi soal ujian sekolah mata pelajaran PAI tahun pelajaran 2018/2019. 

Dalam kisi-kisi tersebut terdapat 50 indikator, sebagai dasar pembuatan soal ujian sekolah PAI tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2019. Selain ujian tulis, pada ujian akhir mapel PAI juga ada ujian praktek. Terkait dengan penyusunan soal serta penyelenggaraan dan penilaian mapel PAI tingkat SD diserahkan kepada sekolah masing-masing. 

CONTOH SOAL UJIAN SEKOLAH PAI KELAS 6 SD TAHUN 2019 

2. Kutipan ayat dalam QS Al Kausar tersebut, yang bergaris bawah terdapat hukum bacaan .... 
A. izhar halqi 
B. ikhfa' 
C. idgam bigunnah 
D. idgam bilagunnah 

16. Kitab suci Allah SWT ada empat, yaitu: Zabur, Taurot, Injil, dan Al Quran. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah .... 
A. Zabur 
B. Taurat 
C. Injil 
D. Al Quran 

23. Hari dihitungnya amal perbuatan manusia ketika hidup di dunia disebut ..... 
A. yaumul mizan 
B. yaumul ba'ats 
C. yaumul jaza' 
D. yaumul hisab 

32. Keluarga Pak Ali terdiri dari seorang istri, 2 anak dan seorang pembantu. Zakat fitrah yang dikeluarkan Pak Ali beserta keluarganya jika satu jiwa 3 kg sebanyak .... 
A. 15 kg 
B. 18 kg 
C. 20 kg 
D. 21 kg 

46. Nabi Muhammad SAW benar dalam perbuatan, sopan santun dan lemah lembut dalam perkataan, oleh karenanya masyarakat memberi gelar "Al amin" yang artinya dapat dipercaya. Dari kisah diatas yang dapat diteladani dari Nabi Muhammad SAW adalah .... 
A. keberaniannya 
B. keikhlasannya 
C. kejujurannya 
D. ketaatannya 

Selengkapnya soal try out atau soal latihan ujian sekolah kelas 6 SD mata pelajaran PAI tingkat SD tahun pelajaran 2018/2019 berformat .pdf yang belum disertai dengan kunci jawaban bisa didownload melalui tautan berikut ini 


Sebagai persiapan menghadapi ujian sekolah, siswa dapat memperbanyak mengerjakan latihan soal PAI. Mengerjakan soal-soal try out dapat membantu siswa mengetahui tingkat kesulitan soal-soal ujian yang nanti akan dihadapinya. Dengan rutin latihan mengerjakan soal-soal latihan ujian sekolah PAI SD, siswa akan lebih serius mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.