Selasa, 17 September 2019

Bagaimana Cara Mengontrol Emosi Saat Berhadapan dengan Anak?

Bagaimana Cara Mengontrol Emosi Saat Berhadapan dengan Anak?
Untuk mengurangi trauma anak saat anak berbuat salah, ada baiknya Anda coba mengontrol emosi saat berhadapan dengan anak berikut. 

PEDAGOGIK || Setiap orang tua pasti pernah merasakan kemarahan ketika sedang menghadapi tingkah laku anak. Terkadang kemarahan orang tua bisa sampai meledak dan menimbulkan ketakutan pada diri anak. Emosi yang dilampiaskan orang tua tentu saja akan berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak. Agar emosi bisa terkontrol, berikut cara mengontrol emosi saat berhadapan dengan anak yang bisa Anda coba. 

Cara Menahan Emosi pada Anak 

Kemarahan bisa terjadi pada siapapun, termasuk orang tua kepada anak. Tetapi jika kemarahan dilepaskan dengan cara meledak-ledak, tentunya akan menyakiti anak. Hal ini tentu saja sangat riskan karena akan menjadi trauma pada anak hingga dewasa kelak. Salah satu cara agar kemarahan tidak meledak adalah dengan mengendalikan emosi saat anak bertingkah tidak sesuai dengan harapan. Berikut langkah-langkah yang bisa dicoba untuk mengendalikan emosi pada anak. 

1. Menenangkan Pikiran Saat Marah 

Ketika ingin marah, terkadang ada perasaan meledak yang ingin segera diungkapkan. Agar perasaan meledak ini tidak sampai naik, ada baiknya Anda mencoba menenangkan diri. Cara termudah adalah dengan menarik nafas dalam-dalam dan kemudian hembuskan secara perlahan. Selain itu, bagi seorang muslim juga bisa mengucapkan istighfar secara berulang-ulang sambil mengelus dada. 

2. Memberikan Waktu untuk Berdiam Diri

Agar Anda tidak kelepasan saat marah ke anak, Anda bisa memberikan waktu sebentar untuk berdiam diri agar emosi bisa sedikit lebih turun. Biarkan perasaan tenang terlebih dahulu sebelum Anda menemui anak dan berbicara kepadanya. 

3. Mengontrol Ucapan ke Anak 

Ketika marah, terkadang ucapan ke anak semakin tidak terkontrol. Nada yang tinggi disertai bentakan dari orang tua akan membuat anak ketakutan dan mungkin anak akan berpikir bahwa orang tuanya merupakan orang jahat. Cara mengontrol emosi saat berhadapan dengan anak ini menjadi satu hal yang penting karena ucapan yang menyakiti hati anak akan membekas hingga anak dewasa kelak. 

4. Menjelaskan Perasaan ke Anak 

Setelah pikiran Anda sudah tenang, ada baiknya Anda menjelaskan kepada anak perasaan mengapa tingkah laku anak tidak Anda sukai. Selain adanya ucapan klarifikasi dari orang tua, anak juga akan paham mengapa orang tuanya tidak menyukai tingkah laku yang diperbuat. Selain itu, dengan menjelaskan perasaan ke anak dengan kelembutan akan meminimalkan trauma psikologis karena kemarahan orang tua. 

5. Menghindari untuk Tidak Melakukan Kekerasan Fisik 

Menegur anak ketika berbuat kesalahan bukan berarti dengan melakukan kekerasan fisik. Ada baiknya Anda menghindari melakukan kekerasan fisik karena akan menimbulkan trauma bagi anak. Selain itu, kekerasan fisik yang anak terima sejak dini akan membekas dan anak akan melakukan hal serupa ketika anak menghadapi situasi yang sama ketika sudah berkeluarga. 

6. Tidak Memberikan Ancaman Berlebih kepada Anak 

Ketika anak melakukan kesalahan, ada kalanya orang tua memberikan kata-kata mengancam yang berlebihan untuk anak. Memberikan ancaman boleh saja dilakukan, asal sesuai dengan konsekuensi yang akan diterima jika anak tidak mematuhi nasehat orang tua. 

7. Tegas Bukan Berarti Marah 

Ada baiknya Anda membedakan antara tegas dan marah ketika anak melakukan kesalahan. Sikap tegas dari orang tua diperlukan untuk melatih kedisiplinan anak. Tegas kepada anak juga bukan berarti Anda bisa mengucapkan kata-kata bernada tinggi kepada anak. Salah satu caranya adalah dengan menjelaskan bagaimana tingkah laku anak yang sesuai dengan norma di keluarga tanpa adanya bentakan dan nada tinggi. 

Dengan adanya kontrol emosi yang tepat akan meminimalkan trauma pada anak hingga kelak anak tumbuh dewasa. Semoga tips di atas bermanfaat untuk anak. Semoga informasi mengenai cara mengontrol emosi saat berhadapan dengan anak di atas bermanfaat bagi Anda. 

Cara Memberikan Motivasi Agar Siswa Memperhatikan Pelajaran

Cara Memberikan Motivasi Agar Siswa Memperhatikan Pelajaran
Agar siswa memperhatikan pelajaran dengan semangat, coba berikan motivasi dengan cara melakukan beberapa poin berikut ini! 

PEDAGOGIK || Melakukan rutinitas yang sama setiap harinya, tak jarang memang membuat seseorang bosan. Tidak terkecuali rutinitas siswa seperti mengikuti pelajaran ini. Berbicara mengenai semangat belajar, bagi guru memberikan motivasi agar mereka kembali bangkit merupakan hal yang penting. Tidak cukup dengan itu,agar siswa memperhatikan pelajaran, selain motivasi guru juga perlu melakukan cara lain diantaranya yaitu: 

1. Memberikan Pengertian Jika Proses Belajar Menyenangkan 

Siapa bilang, motivasi belajar hanya perlu diberikan pada anak kecil. Nyatanya, remaja dan dewasa pun membutuhkan lecutan pembangkit semangat ini. Sebenarnya memang wajar. Jika saat anak-anak motivasi tersebut diberikan agar anak tidak melupakan belajar karena sibuk bermain. Di dunia remaja dan dewasa pun sama. Meskipun dalam hal ini remaja lebih rentan mengalaminya.

Hal itulah mengapa motivasi semangat juga perlu diberikan pada siswa kelas atas seperti SMP dan juga SMA. Dalam hal ini, pemberian semangat tentu berbeda dengan ketika Anda memberikan semangat untuk anak-anak. Untuk remaja dan dewasa, pemberian semangat ini bisa Anda lakukan dengan memberikan pengertian mengenai proses belajar yang menyenangkan. Dengan cara sederhana dan mudah, pengertian tersebut bisa Anda lakukan dengan cara menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi para siswa. Misalnya, Anda bisa menyampaikan pelajaran dengan cara menyesuaikan dengan gaya belajar siswa. 

2. Gunakan Penyampaian yang Tidak Monoton 

Selain membangun suasana kelas yang nyaman, cara menarik perhatian siswa saat mengajar selanjutnya yaitu, gunakan penyampaian yang tidak monoton. Untuk poin ini, Anda bisa melakukan penyampaian dengan berbagai variasi dengan bantuan media pengajaran. Cara ini tentu akan lebih asik dibandingkan dengan cara penyampaian monoton seperti penyampaian materi saja tanpa selingan apapun. Adapun salah satu variasi pengajaran yang bisa Anda gunakan yaitu penyampaian dengan cara diskusi, tanya jawab, atau variasi pengajaran lainnya. Sedangkan untuk media, Anda bisa menggunakan media visual atau gambar, audio, dan media pengajaran menarik lainnya. 

3. Bangun komunikasi yang baik dengan Siswa 

Untuk menyampaikan motivasi agar siswa memperhatikan pelajaran, komunikasi merupakan hal penting yang tidak boleh Anda lupakan. Hal itu karena, bisa dibilang komunikasi yang baik merupakan jembatan untuk membangun kedekatan antara Anda dan juga siswa. 

Sebenarnya tidak perlu dengan menggunakan hadiah-hadiah, sebab komunikasi yang baik ini akan secara otomatis tercipta ketika Anda berhasil masuk dalam dunia siswa. Oleh karena itu, Anda perlu tahu kesukaan siswa khususnya dalam gaya belajarnya. Selain itu memberikan empati dan juga mendengarkan pendapat serta pemikiran siswa juga akan sangat membantu menciptakan kedekatan serta komunikasi yang baik tersebut. 

4. Ingatkan mengenai target semester 

Terlalu keras dalam mengajar siswa tentu bukan hal yang tepat. Namun terlalu memanjakannya juga bukan sesuatu yang benar. Untuk itu, selain memberikan kebebasan dalam belajar, pada waktu tertentu Anda perlu memecut kembali semangat belajar siswa dengan cara mengingatkan mengenai target semester. Cara ini dilakukan dengan tujuan agar siswa tidak semakin nyaman dengan kemalasannya. 

5. Berikan Apresiasi Atas Prestasi Siswa 

Selain motivasi, sesekali memberikan apresiasi pada pencapaian siswa juga penting dilakukan. Apresiasi ini tentu dapat meliputi berbagai hal. Tidak melulu tentang hadiah mahal, meskipun sederhana sebenarnya pujian pun bagi siswa sering dianggap suatu apresiasi. Adapun untuk prestasi siswa di sini juga tidak hanya tentang prestasi akademik siswa. Namun disadari atau tidak, pemberian apresiasi pada hal-hal kecil yang dilakukan terkadang justru lebih menyisakan kesan manis bagi siswa. Demikian beberapa cara memberikan motivasi agar siswa memperhatikan pelajaran. Semoga bermanfaat.


Kamis, 05 September 2019

Permasalahan yang Sering Terjadi di Kelas Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah

Permasalahan yang Sering Terjadi di Kelas Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah
Permasalahan yang sering terjadi di kelas sekolah dasar bisa diatasi secara sederhana dengan bermodalkan komunikasi yang baik. 

PEDAGOGIK || Seorang tenaga pengajar pasti pernah bahkan kerap berhadapan dengan permasalahan yang sering terjadi di kelas sekolah dasar. Problematika itu dapat terjadi akibat beberapa faktor pemicu. Lantas, apa saja deretan permasalahan yang acap kejadian itu dan cara yang efisien untuk mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Problematika Umum di Kelas Sekolah Dasar Jadi, ada beberapa permasalahan yang hampir dipastikan selalu terjadi pada kelas-kelas anak sekolah dasar. Apa saja problematika umum tersebut? 

1. Kelas Ribut 

Permasalahan yang satu ini sering sekali terjadi, yaitu kelas yang ribut tidak terkendali. Murid-murid sibuk bermain atau saling berteriak satu sama lain. Padahal, saat itu pelajaran sedang berlangsung. Jika ingin mencari solusi untuk situasi tersebut, maka ketahui dulu penyebabnya. Biasanya, kelas ribut dipicu oleh rasa bosan atau kantuk anak didik. 

2. Ruang Kelas Kotor 

Selanjutnya, problem yang umum terjadi di kelas sekolah dasar adalah ruang kelas yang kotor. Umumnya, kebersihan menjadi tidak terjaga karena anak-anak menolak untuk mematuhi jadwal piket yang telah ditentukan. Bahkan meski ada tenaga cleaning service di sekolah, tapi tidak turut serta menjaga kebersihan juga merupakan hal yang tidak seharusnya dibiarkan. 

3. Kelas Terlalu Pasif 

Tidak hanya kelas ribut yang termasuk dalam permasalahan yang sering terjadi di kelas sekolah dasar. Kelas yang terlalu pasif juga acap kali terjadi. Anak-anak di kelas tersebut enggan berpendapat maupun berpartisipasi saat ada diskusi maupun kegiatan sekolah. Bisa disebabkan karena mereka malu untuk bersikap aktif atau memang enggan.

Tips Mengatasi Problematika Umum di Kelas Sekolah Dasar Tiga problematika di atas kadang diabaikan begitu saja oleh tenaga pengajar yang bersangkutan. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Padahal, masalah-masalah di atas dapat diatasi dengan cara-cara sederhana pula : 

 Jangan menciptakan suasana kelas yang monoton atau tegang, melainkan kelas yang menyenangkan. Buat anak didik fokus kepada Anda sehingga mereka tidak punya waktu untuk tertarik pada hal lain seperti membuat keributan atau juga merasa bosan.

 Ajarkan mereka tentang tanggung jawab dan tanamkan rasa cinta pada kelas yang dihuni. Ketika para murid merasa memiliki ruang kelas yang digunakan, secara naluriah mereka tidak akan nyaman ketika ruang kelasnya kotor. Mereka akan membersihkan tanpa perlu menunggu orang lain melakukannya. 

 Ajak anak-anak untuk aktif dalam berpendapat atau berpartisipasi dalam kegiatan. Bisa dimulai dengan kebiasaan sederhana seperti menghibur kawan sekelas di depan kelas dengan menyanyi. 

Ketika kebiasaan itu tertanam, kelas dipastikan tidak akan pasif lagi. 


Tidak sulit bukan menghadapi permasalahan yang sering terjadi di kelas sekolah dasar? Dengan cara-cara sederhana di atas, problematika yang membuat pusing banyak pengajar pun dapat diatasi dengan relatif mudah. Tentunya, komunikasi dua arah yang baik benar-benar dibutuhkan. 

Rabu, 04 September 2019

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 Tahun 2019

Jadwal Pencairan TPG Guru Triwulan 3 Tahun 2019
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka jadwal pencairan tunjangan sertifikasi guru atau TPG triwulan 3 adalah bulan September – Oktober tahun 2019. 

BERITA || Mungkin Anda salah satu pendidik yang sedang mencari tahu kapan tunjangan profesi guru (TPG) untuk triwulan 3 tahun 2019 dibayarkan? Sebenarnya jadwal pencairan TPG guru triwulan 1, 2, 3 dan 4 tahun 2019 sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan - PMK Nomor 48/PMK.07/2019 Tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik. 

Berdasarkan pasal 24 PMK Nomor 48/PMK.07/2019 penyaluran TPG Guru untuk triwulan 2 tahun 2019 paling cepat bulan September sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari pagu alokasi. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka jadwal pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan 3 adalah bulan September – Oktober tahun 2019. 

Pencairan TPG menunggu surat keputusan penerima tunjangan profesi (SKTP) dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK). SKTP ini nantinya akan diterbitkan dua tahap dalam setahun. Untuk SKTP tahap I telah terbit pada Maret sebagai dasar pembayaran TPG untuk triwulan 1 dan 2.

Sedangkan SKTP tahap II akan terbit pada September. Itu berlaku untuk pembayaran tunjangan pada semester II, pada Juli sampai dengan Desember. Yang juga sekaligus sebagai dasar pembayaran TPG triwulan 3 tahun 2019. 

Penerbitan SKTP setelah dilakukan proses verifikasi dan validasi (verval) data di data pokok pendidikan (dapodik). Penyaluran atau pencairan TPG triwulan 3 tahun 2019, jika seperti tahun sebelumnya akan dilaksanakan paling cepat pada bulan September 2019. Tunjangan sertifikasi guru ini disalurkan ke rekening guru melalui dana transfer daerah. Pembayaran tunjangan profesi guru triwulan 3 paling lambat dibayarkan bulan Oktober 2019.

Untuk persyaratan penerima TPG, belum ada perubahan yang cukup berarti. Yaitu, sertifikat pendidikan serta pemenuhan jam mengajar masih menjadi persyaratan wajib untuk penerima TPG. Sementara untuk tenaga pendidik di sekolah swasta harus dilengkapi dengan surat keterangan (SK) pengangkatan dari yayasan. 

Lihat juga:  Penyebab Siswa Kesulitan Memahami Pelajaran dan Cara Mengatasinya

Kemendikbud terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru bersertifikat melalui pemberian tunjangan profesi dengan layanan penyaluran yang semakin baik. Pemberian tunjungan profesi itu sendiri sejalan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pendidikan pada 2020 menjadi Rp 505,8 triliun. 

TPG sendiri merupakan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 14 yang menyatakan guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Mendikbud dalam setiap kesempatan berharap sebagian TPG dapat diinvestasikan untuk peningkatan kompetensi guru. 


Selasa, 03 September 2019

Penyebab Siswa Kesulitan Memahami Pelajaran dan Cara Mengatasinya

Penyebab Siswa Kesulitan Memahami Pelajaran dan Cara Mengatasinya
Penyebab siswa kesulitan memahami pelajaran dan cara mengatasinya bergantung pada komunikasi baik antar pihak yang terlibat. 

Anda mungkin sering bertanya-tanya akan penyebab siswa kesulitan memahami pelajaran dan cara mengatasinya, bukan? Problematika ini sering menghampiri para pelajar. Ada yang benar-benar lemah pada semua mata pelajaran, ada pula yang hanya sebagian. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal semacam itu bisa terjadi? Lantas, bagaimana cara tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut? 

Mengenali Penyebab Anak Sulit Menangkap Materi Pelajaran Membicarakan tentang penyebab sebenarnya banyak sekali. Ketika Anda berhasil mengetahui akar masalah dari kesulitan mereka dalam memahami materi pelajaran, baru Anda dapat mencari cara mengatasinya. Di bawah ini merupakan faktor-faktor pemicu yang umum dari situasi demikian : 

1. Beban Belajar Terlalu Berat Untuk Anak Seusianya

Penyebab pertama dari kesulitan anak dalam memahami pelajaran adalah akibat beban materi yang terlalu berat bagi seusia mereka. Problem ini biasa terjadi pada mereka yang disekolahkan lebih muda dari usia yang seharusnya sehingga perkembangan otaknya belum optimal untuk materi yang diberikan. Namun bisa juga diakibatkan kesalahan pemberian materi oleh pengajar.

2. Stres Akibat Target yang Ditetapkan 

Biasanya, orang tua ataupun pengajar menetapkan sebuah target pembelajaran yang harus dicapai si anak. Tanpa menyadari bahwa pemberian target semacam itu justru akan memicu stres pada anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi target di luar batas kemampuannya. Ini termasuk penyebab siswa kesulitan memahami pelajaran dan cara mengatasinya agak sulit. 

3. Ketakutan Untuk Jujur 

Anak cenderung tidak mengaku jika ia terlambat dalam memahami suatu materi. Ia kemudian berpura-pura paham dan tetap mengikuti kelas. Padahal, semakin hari, materi yang diberikan kian bertambah dan biasanya berkesinambungan satu sama lain. Jadi, sekali dia gagal memahami di tengah-tengah, otomatis dia sama sekali tidak mengerti materi lanjutannya. 


Tips Mengatasi Anak yang Kesulitan Memahami Pelajaran Jika faktor-faktor di atas merupakan penyebab anak kesulitan menerima pelajaran, lalu bagaimana cara menanggulanginya? Sebenarnya cara untuk mengatasi hal-hal di atas cenderung mudah, namun membutuhkan kerja sama yang kompak antar pihak. Dalam hal ini adalah orang tua, pengajar, serta anak bersangkutan. Metode yang bisa diterapkan : 

a) Jangan menyekolahkan anak ketika usianya masih terlalu dini, tidak peduli sebagus apa pun perkembangan kognitif anak yang tampak. Sebab, hal itu akan berpengaruh buruk di kemudian hari pada perkembangan mental yang berujung pada tingginya persentase stres yang dapat dialami.

b) Tidak memasang target apa pun kepada anak terkait akademis maupun non akademis. Biarkan anak berkembang dan menemukan bakatnya. Setidaknya, mereka cukup mengerti ilmu-ilmu pengetahuan dasar tanpa perlu menguasainya secara mendalam. 

c) Rajin ajak anak untuk berdiskusi secara santai perihal materi pembelajaran. Jangan menggunakan bahasa maupun tindakan kasar. 

Penyebab siswa kesulitan memahami pelajaran dan cara mengatasinya di atas dapat mulai diterapkan. Baik pada anak yang memang sudah menunjukkan gejala keterlambatan menangkap materi pelajaran maupun belum, tips-tips sederhana di atas efektif untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. 


Senin, 02 September 2019

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020
Pada tahun 2020 akan ada 16 Hari Libur Nasional dan 4 hari Cuti Bersama. Berikut jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama di tahun 2020. 

Pada tahun 2020 akan ada 16 Hari Libur Nasional dan 4 hari Cuti Bersama. Adapun jumlah hari libur ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020. 

SKB itu telah ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI Syafruddin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di Kantor Kemenko PMK Jakarta pada Selasa (27/8/2019). 

Ditetapkannya hari libur tersebut mengacu pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas hari kerja serta sebagai pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta. 

Berikut jadwal 16 hari Libur Nasional di tahun 2020: 

1. Januari, Tahun Baru 2020 Masehi
2. 25 Januari, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili 
3. 22 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 
4. 25 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 
5. 10 April, Wafat Isa Al Masih 
6. 1 Mei, Hari Buruh Internasional 
7. 7 Mei, Hari Raya Waisak 2564 
8. 21 Mei, Kenaikan Isa Al Masih 
9. 24-25 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah 
10. 1 Juni, Hari Lahir Pancasila 
11. 31 Juli, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah 
12. 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI 
13. 20 Agustus, Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah 
14. 29 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW 
15. 25 Desember, Hari Raya Natal 

Sementara, dalam SKB itu juga disebutkan bahwa di tahun 2020, ada empat hari cuti bersama, yakni 3 hari cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dan 1 hari cuti bersama Hari Raya Natal. 

Untuk cuti bersama Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 22, 26, dan 27 Mei (Hari Jumat, Selasa, dan Rabu). Kemudian, untuk cuti bersama Hari Raya Natal jatuh pada tanggal 24 Desember (Hari Kamis).  

Lihat juga : Cara Mengajar di Kelas yang Muridnya Luar Biasa Nakal

Kesepakatan Libur Nasional dan Cuti Bersama di tahun 2020 ini mempertimbangkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil; PP No.11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Sipil Negara; Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983 tentang Perubahan Atas Keppres 251/1967 tentang Hari Libur Nasional yang telah mengalami beberapa perubahan terakhir dengan Keppres No.10 Tahun 1971; dan Perpres No. 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara. 


Minggu, 01 September 2019

Cara Mengajar di Kelas yang Muridnya Luar Biasa Nakal

Cara Mengajar di Kelas yang Muridnya Luar Biasa Nakal
Cara mengajar di kelas yang muridnya luar biasa nakal ini dapat diterapkan.

Membingungkan bukan mencari cara mengajar di kelas yang muridnya luar biasa nakal? Tentunya, memiliki murid yang sulit untuk dikendalikan merupakan hal yang memusingkan. Namun, kadang situasi semacam itu tidak bisa dihindari. Lebih buruk lagi jika tidak hanya satu atau dua, tapi hampir seisi kelas sangat bandel. Bagaimana cara mengatasi mereka? 

Ajak Bicara dari Hati ke Hati 

Percaya atau tidak, anak-anak kompak menjadi nakal di kelas biasanya dipicu oleh keinginan mendapatkan perhatian. Mereka umumnya terlanjur dilabeli buruk dan menjadi public enemy. Padahal, mereka sebenarnya hanya ingin diperlakukan dan diperhatikan secara adil. Jika ini masalahnya, pastikan untuk mengajak bicara mereka dari hati ke hati. 

Jadilah Guru yang Menyenangkan 

Anda bisa mencoba teknik yang satu ini, yaitu dengan menyukai apa yang mereka sukai. Misalkan anak-anak bandel itu menyukai sepak bola, maka cari informasi sebanyak mungkin tentang cabang olahraga tersebut. Jadi, ketika mereka membicarakan tentang bola, tidak ada salahnya Anda ikut bergabung. Hal ini dapat membuat Anda memenangkan hati mereka. 

Jangan Suka Membandingkan

Kalau Anda harus mengajar di kelas yang dipenuhi anak-anak super nakal, jangan sekali-kali membandingkan dengan kelas lain. Terutama dengan kelas yang dihuni oleh murid-murid teladan atau unggulan. Hal itu justru akan memicu mereka untuk membangkang lebih keras. Inilah metode efektif cara mengajar di kelas yang muridnya luar biasa nakal. 

Berikan Mereka Kepercayaan 

Ingin meluluhkan hati mereka agar kelas yang dipenuhi anak nakal tersebut menurut pada Anda? Cara selanjutnya sangat mudah, yaitu dengan memberi mereka kepercayaan. Instruksikan sesuatu yang sederhana pada mereka dan katakan bahwa Anda yakin mereka dapat mengerjakannya dengan baik. Keyakinan Anda akan membuat mereka tersentuh.

Berikan Pujian untuk Tindakan Positif Sesederhana Apapun Itu 

Anak-anak semacam itu sangat jarang melakukan hal-hal positif. Namun, bukan berarti mereka terus menerus berbuat onar. Ada saat di mana kesadaran mereka menuntun untuk melakukan satu kebaikan kecil. Ketika hal itu terjadi, Anda harus tanggap dan memberikan pujian. Dengan begitu, mereka akan terdorong untuk lebih sering melakukan hal yang baik. 

Tegur dengan Tegas Namun Tidak Menggunakan Tindakan Fisik 

Tegas dengan melakukan kekerasan merupakan dua hal yang berbeda. Dalam menghadapi kelas yang super bandel, Anda harus bersikap tegas dengan memberi teguran. Namun ingat, tidak menggunakan tindakan fisik. Selain dilarang oleh undang-undang, juga akan membuat tingkah laku murid semakin tidak terkontrol. 

Berbicara dengan Orang Tua atau Wali Murid 

Jika cara-cara sebelumnya tidak menunjukkan hasil sesuai harapan, maka langkah terakhir adalah dengan berdiskusi dengan orang tua murid atau wali. Sampaikan segala upaya yang sudah Anda lakukan untuk memperbaiki situasi. Bukan untuk mengadu, tapi guna mencari solusi terbaik bersama-sama. 

Jadi, jika Anda mendapatkan tugas mengajar di kelas yang bandel, tidak perlu putus asa dulu. Sebab, banyak cara mengajar di kelas yang muridnya luar biasa nakal sebagai langkah antisipasi. Tidak harus melibatkan hukuman fisik dan semacamnya.